MAKALAH
PERKEMBANGAN
STUDI ISLAM DI DUNIA
DI
S
U
S
U
N
OLEH
KELOMPOK
4
DOSEN:TABRANI
,ZA S.Pd.I., M.SI
YULIDATULLAH
SALAMUN
NAINGGOLAN
MUSTAKIM
RIDHA
MUKHLIJAR
Fakultas
Tarbiyah Dan Keguruan
Universitas
Islam Negeri Ar-Raniry
2014/2015
KATA
PENGANTAR
وَبَرَكَاتُهُ اللهِ وَرَحْمَةُ
عَلَيْكُمْ اَلسَّلاَمُ
Puji
syukur dengan tulus dipersembahkan
kehadirat Allah swt. Dialah Tuhan yang menurunkan agama melalui wahyu yang
disampaikan kepada Rasul pilihan-Nya, Muhammad Saw. Melalui agama ini
terbentang luas jalan lurus yang dapat mengantarkan manusia kepada kehidupan
bahagia di dunia dan akhirat.
Agama
yang disampaikan oleh Allah kepada Rasul-Nya, Muhammad saw. Kini telah berusia
hamper lima belas abad lamanya, dan kian hari terasa semakin dibutuhkan oleh
umat manusia yang mendambakan kehidupan yang tertib, aman, dan damai.
Makalah
yang kini berada di tangan pembaca yang budiman ini ditulis selain dalam rangka
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metodologi Studi Islam. Namun, disadari
sepenuhnya bahwa buku ini masih jauh dari sempurna baik dari segi isi,
metodologi penulisan, maupun analisisnya. Untuk itu saran dan kritik dari
pembaca guna penyempurnaan buku ini akan disambut dengan senang hati.
Wabillahi taufik wa al-hidayah
وَبَرَكَاتُهُ اللهِ وَرَحْمَةُ عَلَيْكُمْ
السَّلاَمُ وَ
Banda
Aceh,November 23, 2014
Tim
Penyesun
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar............................................................................................................. i
Daftar Isi........................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang................................................................................................. 1
B.
Rumusan
Masalah............................................................................................ 2
C.
Tujuan
Masalah................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Dunia Islam.................................................................................... 3
B.
Pengertian
Dunia Barat................................................................................... 3
C.
Fase-fase
Perkembangan Ilmu di Dunia......................................................... 3
1)
Zaman
yunani kuno(6 sm-6m)............................................................. 3
2)
Zaman
pertengahan (6-16m)................................................................ 3
3)
Zaman
ranaissans (14-16m)................................................................. 4
4)
Zaman
modern (17-19m)...................................................................... 4
5)
Zaman
kontemporer (abad ke 20dan seterusnya)............................. 4
D.
Perkembangan
Islam di Dunia Islam.............................................................. 5
E.
Perkembngan
Studi Islam di Dunia Barat..................................................... 7
a)
Dampak
positif...................................................................................... 9
b)
Dampak
negatif..................................................................................... 9
F.
Perkembangan
Islam di Negara-Negara Barat.............................................. 10
G.
Perkembanagan
Studi Islam di Idonesia........................................................ 10
a)
Sistem
langgar....................................................................................... 11
b)
Sistem
pesantren................................................................................... 11
c)
Sistem
kelas............................................................................................
11
d)
Perguruan
tinggi................................................................................... 12
BAB III PENUTUPAN
A.
Kesimpulan
....................................................................................................... 14
B.
Saran
................................................................................................................. 14
C.
Daftar
pustaka.................................................................................................. 15
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sejarah Islam merupakan bidang studi Islam yang banyak
menarik perhatian para peneliti, baik dari kalangan sarjana muslim maupun non
muslim. Karena dari penelitian itu banyak manfaat yang dapat dapat diperoleh
dari penelitian tersebut.
Sementara itu, bagi para peneliti dunia mempelajari sejarah
Islam selain ditujukan untuk pengembangan ilmu, juga terkadang dimaksudkan
untuk mencari kelemahan dan kekuatan umat Islam agar dapat dijajah dsb.
Disadari atau tidak, selama ini informasi mengenai sejarah
Islam banyak berasal dari hasil penelitian sarjana barat. Hal ini terjadi
karena selain masyarakat barat memiliki etos keilmuan yang tinggi, juga
didukung oleh dana dan kemauan politik yang kuat dari para pemimpinnya.
Sedangkan para peneliti muslim tampak disamping etos keilmuannya rendah, juga
belum didukung oleh keahlian di bidang penelitian yang memadai, serta dana dan
dukungan politik dari pemerintah yang kondusif.
Dari problematika di atas, kita sebagai pelajar muslim perlu
untuk memepelajari ataupun meneliti sejarah perkembangan studi Islam di dunia
muslim
B.Rumusan Masalah
v Apa pengertian
Dunia Islam?
v Apa pengertian
Dunia Barat?
v Bagaimana Fase-fase
Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Dunia?
v Bagaimana
Perkembangan Studi Islam di Dunia Islam?
v Bagaimana
Perkembangan Studi Islam di Dunia Barat?
v Bagaimana
Perkembangan Studi Islam di Negara- Negara barat?
v Bagaimama
Perkembangan Studi Islam di Indonesia?
C.Tujuan
Masalah
Adapun
tujuan masalah yang di capai dalam penulisan makalah ini antara lain:
v Mengetahui dan Memahami tentang
pengertian dunia Islam.
v Mengetahui dan memahami tentang
pengertian dunia Barat.
v Mengetahui dan memahami tentang
fase-fase perkembangan ilmu pengetahuan di dunia.
v Mengetahui dan memahami tentang
studi Islam di dunia Islam.
v Mengetahui dan memahami tentang
studi Islam di dunia Barat.
v Mengetahui dan memahami tentang perkembangan
studi islam di indonesia
BAB
II PEMBAHASAN
A. Pengertian Dunia Islam
Dunia
Muslim merupakan istilah yang memiliki beberapa arti. Dari segi budaya, istilah
ini merujuk pada komunitas Muslim sedunia, pengikut ajaran Islam. Komunitas ini
berjumlah kira-kira 1,3-1,4 miliar orang, atau seperlima penduduk dunia.
Komunitas ini tersebar luas di banyaknegara dan kumpulanyang dihubungkan dengan
agama.Dari segi sejarah atau geopolitik , istilah ini biasanya merujuk kepada
negara mayoritas Muslim atau negara yang Islam menonjol dalam politiknya.
B. Pengertian Dunia Barat
Dunia
Barat (atau sering disebut Barat saja) merujuk kepada negara-negara yang berada
di benua Eropa dan Amerika. Dunia Barat dibedakan dari dunia Timur yang
digunakan untuk merujuk kepada Asia. Meskipun begitu, pada umumnya kata ini
lebih sering diasosiasikan terhadap negara-negara yang mempunyai mayoritas
penduduk berkulit putih. Oleh karena itu, Australia dan Selandia Baru juga
sering dianggap sebagai bagian dari dunia Barat.
C. Fase-fase Perkembangan Ilmu
Pengetahuan di Dunia
1.
Zaman Yunani Kuno (Abad 6SM-6M)
Ciri
pemikirannya adalah kosmosentris, yakni mempertanyakan asal usul alam semesta
dan jagad raya sebagai salah satu upaya untuk menemukan asal mula (arche) yang
merupakan unsur awal terjadinya gejala. Dan beberapa tokoh filosof pada zaman
ini menyatakan pendapatnya tentang arche, antara lain :
• Thales (640- 550 SM) :arche berupa air.
• Anaximander (611-545 SM) :arche
berupa apeiron (sesuatu yang tidak terbatas).
• Anaximenes (588-524 SM) : arche berupa udara.
• Phytagoras (580-500 SM :arche dapat diterangkan atas dasar
bilangan-bilangan.
2.
Zaman Pertengahan (6-16M)
Ciri
pemikiran pada zaman ini ialah teosentris yang menggunakan pemikiran filsafat
untuk memperkuat dogma [3] agama Kristiani.Pada zaman ini pemikiran Eropa
terkendala oleh keharusan kesesuaian dengan ajaran agama. Filsafat Agustinus
(354-430) yang dipengaruhi oleh pemikiran Plato, merupakan sebuah pemikiran
filsafat yang membahas mengenai keadaan ikut ambil bagian, yakni suatu
pemikiran bahwa pengetahuan tentang ciptaan merupakan keadaan yang menjadi
bagian dari pemikiranTuhan. Sedangkan Thomas Aquinas (1125-1274) yang mengikuti
pemikiran filsafat Aristoteles, menganut teori penciptaan dimana Tuhan
menghasilkan ciptaan dari ketiadaan.Selain itu, mencipta juga berarti terus
menerus menghasilkan serta memelihara ciptaan.
3.
Zaman Renaissans (14-16M)
Merupakan
suatu zaman yang menaruh perhatian dalam bidang seni, filsafat, ilmu
pengetahuan dan teknologi.Zaman ini juga dikenal dengan era kembalinya
kebebasan manusia dalam berpikir.Tokoh filosof zaman ini diantaranya adalah
Nicolaus Copernicus (1473-1543) yang mengemukakan teori heliosentrisme, yang
mana matahari merupakan pusat jagad raya. Dan Francis Bacon (1561-1626) yang
menjadi perintis filsafat ilmu pengetahuan dengan ungkapannya yang terkenal
“knowledge is power”.
4.
Zaman Modern (17-19M)
Filsafat
zaman ini bercorak antroposentris, yang menjadikan manusia sebagai pusat
perhatian penyelidikan filsafat.Selain itu, yang Menjadi topik utama ialah
persoalan epistemologi. Dan memunculkan beberapa aliran yaitu
:Rasionalisme,Empirisisme ,Kritisisme, Idealisme, Positivisme, Marxisme.
5.
Zaman Kontemporer (Abad ke-20 dan seterusnya)
Pokok
pemikirannya dikenal dengan istilah logosentris, yakni teks menjadi tema
sentral diskursus para filosof.Hal ini dikarenakan ungkapan-ungkapan filsafat
cenderung membingungkan dan sulit untuk dimengerti.Padahal tugas filsafat
bukanlah hanya sekedar membuat pernyataan tentang suatu hal, namun juga
memecahkan masalah yang timbul akibat ketidakpahaman terhadap bahasa logika,
dan memberikan penjelasan yang logis atas pemikiran-pemikiran yang diungkapkan.
Pada
zaman ini muncul berbagai aliran filsafat dan kebanyakan dari aliran-aliran
tersebut merupakan kelanjutan dari aliran-aliran filsafat yang pernah
berkembang pada zaman sebelumnya, seperti Neo-Thomisme ,Neo-Marxisme,
Neo-Positivisme dan sebagainya.
Ilmu
pengetahuan pada awalnya merupakan sebuah sistem yang dikembangkan untuk
mengetahui keadaan lingkungan disekitarnya.Selain itu, ilmu pengetahuan juga
diciptakan untuk dapat membantu kehidupan manusia menjadi lebih mudah.Pada abad
ke-20 dan menjelang abad ke-21, ilmu telah menjadi sesuatu yang substantif yang menguasai kehidupan manusia.Namun, tak
hanya itu, ilmu pengetahuan yang sudah berkembang sedemikian pesat juga telah
menimbulkan berbagai krisis kemanusiaan dalam kehidupan.Hal ini didorong oleh
kecenderungan pemecahan masalah kemanusiaan yang lebih banyak bersifsat
sektoral.Salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan yang
semakin kompleks tersebut ialah dengan mempelajari perkembangan pemikiran
filsafat.
D. Perkembangan Studi Islam di Dunia
Islam
Studi
Islam di dunia Islam sama dengan menyebut studi Islam di dunia muslim. Dalam
sejarah muslim dicatat sejumlah lembaga kajian Islam di sejumlah kota. Maka
uraian berikut adalah sejarah perkembangan studi Islam di dunia muslim.
Selama 350 tahun
pertama (750-1258) kejayaan tersebut didominasi dan secara mutlak dikuasai
sarjana-sarjana muslim. Sementara beberapa pusat kegiatan intelektual pra islam
diluar Arabia yang berperan besar memajukan pendidikan didunia muslim dapat digambarkan
sebagai berikut. Bahwa kemajuan pengetahuan dalam Islam tidaklah mungkin
dipisahkan dari tradisi intelektual peradaban-peradaban terdahulu yang telah
maju sebelum munculnya Islam. Berikut ini adalah beberapa kota yang merupakan
pusat kegiatan intelektual sebelum dan menjelang datangnya Islam, yang berperan
sebagai jembatan dalam proses penyerapan ilmu pengetahuan oleh umat islam.
1. Athena.
2. Aleksandria.
3. Edessa, Harran, dan Nisibis.
4. Jundi Syapur.
5. India dan Timur Jauh.
Dalam sejarah muslim dicatat sejumlah lembaga
kajian Islam di sejumlah kota. Maka uraian berikut adalah sejarah perkembangan
studi Islam di dunia muslim.
Akhir
periode Madinah sampai dengan 4 H, fase pertama pendidikan Islam sekolah masih
di masjid-masjid dan rumah-rumah dengan ciri hafalan namun sudah dikenalkan
logika. Selama abad ke 5 H, selama periode khalifah ‘Abbasiyah sekolah-sekolah
didirikan di kota-kota dan mulai menempati gedung-gedung besar dan mulai
bergeser dari matakuliah yang bersifat spiritual ke matakuliah yang bersifat
intelektual, ilmu alam ,dan ilmu sosial Berdirinya sistem madrasah justru
menjadi titik balik kejayaan. Sebab madrasah dibiayai dan diprakarsai
negara.Kemudian madrasah menjadi alat penguasa untuk mempertahankan doktrin-doktrin
terutama oleh kerajaan Fatimah di Kairo. Pengaruh al-Ghazali (1085-1111 M)
disebut sebagai awal terjadi pemisahan ilmuagama dengan ilmu umum. Ada beberapa
kota yang menjadi pusat kajian Islam di zamannya, yakni Nisyapur, Baghdad,
Kairo, Damaskus, dan Jerussalem. Ada empat perguruan tinggi tertua di dunia
Muslim yakni: (1) Nizhamiyah di Baghdad, (2) al-Azhar di Kairo Mesir, (3)
Cordova, dan (4) Kairwan Amir Nizam al-Muluk di Maroko. Sejarah singkat
masing-masing pusat studi Islam ini digambarkan sebagai berikut:
v Nizhamiyah di Baghdad
Perguruan
Tinggi Nizhamiyah di Baghdad berdiri pada tahun 455 H / 1063 M. perguruan
tinggi ini dilengkapi dengan perpustakaan yang terpandang kaya raya di Baghdad,
yakni Bait-al-Hikmat, yang dibangun oleh al-Makmun (813-833 M).Salah seorang
ulama besar yang pernah mengajar disana, adalah ahli pikir Islam terbesar Abu
Hamid al-Ghazali (1058-1111 M) yang kemudian terkenal dengan sebutan imam
Ghazali.Perguruan tinggi tertua di Baghdad ini hanya sempat hidup selama hampir
dua abad. Yang pada akhirnya hancur akibat penyerbuan bangsa Mongol dibawah
pimpinan Hulagu Khanpada tahun 1258 M.
v Al-Azhar di Kairo Mesir
Panglima
Besar Juhari al-Siqili pada tahun 362 H/972 M membangun Perguruan Tinggi
al-Azhar dengan kurikulum berdasarkan ajaran Syiah. Pada masa pemerintahan
al-Hakim Biamrillah khalifah keenam dari Daulat Fathimiah, ia pun membangun
pepustakaan terbesar di al-Qahira untuk mendampingi Perguruan tinggi al-Azhar,
yang diberri nama Bait-al-hikmat (Balai Ilmu Pengetahuan), seperti nama
perpustakaan terbesar di Baghdad. Pada tahun 567 H/1171 M daulat Fathimiah
ditumbangkan oleh Sultan Salahuddin al-Ayyubi yang mendirikan Daulat
al-Ayyubiah (1171-1269 M) dan menyatakan tunduk kembali kepada Daulat Abbasiyah
di Baghdad. Kurikulum pada Pergutuan Tinggi al-Azhar lantas mengalami
perombakan total, dari aliran Syiah kepada aliran Sunni. Ternyata Perguruan
Tinggi al-Azhar ini mampu hidup terus sampai sekarang, yakni sejak abad ke-10 M
sampai abad ke-20 dan tampaknya akan tetap selama hidupnya. Universitas
al-Azhar dapat dibedakan menjadi dua periode: pertama, periode sebelum tahun
1961 dan kedua, periode setelah tahun 1961. Pada periode pertama,
fakultas-fakultas yang ada sama dengan fakultas-fakultas di IAIN, sedangkan
setelah tahun 1961, di universitas ini diselenggarakan fakultas fakultas umum
disamping fakultas agama.
v Perguruan Tinggi Cordova
Adapun
sejarah singkat Cordova dapat digambarkan demikian, bahwa ditangan daulat
Ummayah semenanjung Iiberia yang sejak berabad-abad terpandang daerah minus,
berubah menjadi daerahyang makmur dan kaya raya.Pada masa berikutnya Cordova
menjadi pusat ilmu dan kebudayaan yang gilang gemilang sepanjang Zaman Tengah.
The Historians history of the World, menulis tentang perikeadaan pada masa pemerintahan
Amir Abdurrahman I .Sejarah mencatat, sebagai contoh, bahwa Aelhoud dari Bath
(Inggris) belajar ke Cordova pada tahun 1120 M, dan pelajaran yang dutuntutnya
ialah geometri, algebra (aljabar), matematik. Gerard dari Cremonia belajar ke
Toledo seperti halnya Adelhoud ke Cordova.Begitu pula tokoh-tokoh lainnya.
v Kairwan Amir Nizam al-Muluk di
Maroko
Perguruan
tinggi ini berada di kota Fez (Afrika Barat) yang dibangun pada tahun 859 M
oleh puteri seorang saudagar hartawan di kota Fez, yang berasal dari Kairwan
(Tunisia). Pada tahun 305 H/918 M perguruan tinggi ini diserahkan kepada
pemerintah dan sejak itu menjadi perguruan tinggi resmi, yang perluasan dan
perkembangannya berada di bawah pengawasan dan pembiayaan negara.Seperti halnya
Perguruan tinggi al-Azhar, perguruan tinggi Kairwan masih tetap hidup sampai
kini. Diantara sekian banyak alumninya adalah pejuang nasionalis muslim
terkenal. Penyebab utama kemunduran dunia muslim khususnya di bidang ilmu
pengetahuan adalah terpecahnya kekuatan politik yang digoyang oleh tentara
bayaran Turki. Kemudian dalam kondisi demikian datang musuh dengan membawa
bendera perang salib.Baghdad sebagai pusat ilmu pengetahuan ketika itu
dihancurkan Hulaghu Khan 1258 M. Pusat-pusat studi termasuk yang dihancurkan
Hulaghu.
E. Perkembangan Studi Islam di Dunia
Barat
Studi
Islam atau Dirasah Islamiyah (barat dikenal dengan istilah Islamic Studies),
secara sederhana dapat dikatakan sebagai usaha untuk mempelajari hal-hal yang
berhubungan dengan agama Islam.
Masa
Renaisance (abad pertengahan : 1250-1800 M) adalah masa dimana peradaban Barat
menuai kebangkitannya sementara peradaban Islam mengalami stagnasi . Renaisance
membawa perubahan baru bagi dunia Barat dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan
Ekonomi. Dan perkembangan tersebut banyak
dipengaruhi oleh peradaban Islam.Sebagaimana kita ketahui di masa kejayaan
Islam, Andalusia (Spanyol) pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah merupakan
salah satu tempat yang mengalami kemajuan dalam bidang pendidikan, politik,
sosial, dan ekonomi.Terbukti dengan adanya beberapa universitas Islam yang
didirikan.Seperti universitas Cordova, Seville, Malaga, Granada, dan
Salamanca.Pada waktu itu beberapa tokoh-tokoh Barat datang mengunjungi
universitas-uninersitas tersebut untuk memperdalam ilmu mereka. Selama mereka
belajar, mereka melakukan penerjemahan ilmu-ilmu karya tokoh-tokoh muslim
kedalam bahasa Latin. Hal ini didukung oleh King Frederick H (mantan Kaisar
Holy Roman Empire : 1215-1250) yang dipimpin oleh Petrus Venerabilis dengan
cara membayar orang Spanyol sebagai penerjemah. Kegiatan ini berpusat di Toledo
dan Palemo.
Dan
ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing, mereka ditantang oleh Paus di
Vatikan untuk mendirikan universitas-universitas serupa. Kemudian berdirilah
perguruan tinggi-perguruan tinggi disemenanjung Italia, Padua, Florence,
Milano, Venezia, disusul oleh Oxford dan Cambridge di Inggris, Sorbone di
Francis, dan Tubingen Di Jerman. Setelah berdirinya universitas-universitas
diatas, membukakan jalan bagi Barat untuk mengembangkan dunia ilmu
pengetahuannya.
Jadi
jelaslah, sejarah Berkembanganya Studi Islam di Dunia Barat adalah disebabkan
para pelajar barat yang datang ke dunia timur
untuk mengkaji ilmu. Disamping itu juga mereka telah berhasil
menterjemahkan karya-karya ilmuan muslim kedalam bahasa latin. Gerakan ini pada
akhirnya menimbulkan masa pencerahan dan revolusi industri, yang menyebabkan
Eropa maju. Dengan demikian Andalusia merupakan sumber-sumber cahaya bagi
Eropa, memberikan kepada benua itu manfaat dari ilmu dan budaya islam selama
hampir tiga abad.
Usaha
mempelajari agama Islam tidak hanya terbatas pada kalangan umat muslim semata,
namun dilakukan pula oleh orang-orang diluar kalangan islam. Orang-orang inilah
yang disebut dengan istilah kaum “Orientalist”.Namun orientasi pembelajaran
Islam oleh kedua kalangan ini tentunya berbeda. Studi Islam yang dilakukan oleh
kalangan umat muslim bermaksud untuk memahami dan mendalami serta membahas
ajaran-ajaran islam yang kemudian dijadikan sebagai pegangan dan pedoman hidup (way
of live). Sementara Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan orientalist
bermaksud untuk mempelajari seluk-beluk ajaran islam dan semata-mata
menjadikannya sebagai Ilmu Pengetahuan. Hal ini yang membuat Islam lebih
dikenal sebagai sains didunia barat (sains islam).
Pada
dasarnya Studi Islam dan Sains Islam ada perbedaan dan persamaan.Persamaan
studi dan sains terletak pada objek kajiannya.Yakni ilmu pengetahuan. Sedangkan
perbedaannya, Studi Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang dirumuskan dari
ajaran islam yang dipraktekkan dalam sejarah dan kehidupan manusia. Sedangkan
Sains Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang mencakup berbagai pengetahuan
modern seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisika, dan sebagainya yang
dibangun atas arahan nilai-nilai islami. Sains Islam sebagaimana dikemukakan
Hussein Nasr adalah sains yang dikembangkan oleh kaum muslimin sejak abad islam
ke-2, yang keadaannya sudah tentu merupakan salah satu pencapaian besar dalam
peradaban islam. Selama kurang lebih 700 tahun, sejak abad ke-2 hingga ke-9
Masehi, peradaban islam mungkin merupakan peradaban yang paling produktif
dibandingkan peradaban manapun jua. Dari Sains Islam inilah membuat orang barat
tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan islam yang sampai terkenal di Eropa.
Al hasil, menurut Harun Nasution; salah satu contoh kemajuan orang barat adalah
ketika Napoleon melakukan Ekspedisi ke Mesir dengan memperkenalkan ilmu
pengetahuan dengan membawa 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu. Diapun membawa
dua set alat percetakan huruf Latin, Arab, dan Yunani. Ekspedisi itu datang
bukan hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga untuk kepentingan
ilmiah.Untuk kepentingan ilmiah, Napoleon membentuk lembaga ilmiah yang disebut
dengan Institut d ‘Egypte yang mempunyai empat bidang ilmu kajian, yaitu ilmu
pasti, ilmu kalam, ilmu ekonomi dan politik, serta ilmu sastra dan seni.Pada
akhir tahun 1801 Masehi.
Dampak yang ditimbulkan
dari Perkembangan Studi Islam Bagi Dunia Barat
Setelah
Studi Islam Berkembangan begitu pesatnya di dunia barat maka mulai tampaklah
kelihatan dampak-dampak yang ditimbulkannya mulai dari hal yang positif maupun
negatif.
a) Dampak Positif
Kehadiran
Islam di Eropa Spanyol membawa perubahan dalam berbagai segi kehidupan
masyarakat, terutama dalam aspek peradaban dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dari hal ini telah menimbulkan semangat orang barat dalam mempelajari ilmu
pengetahuan yang dibawa oleh Islam. Al hasil. maka banyaklah orang barat yang
menguasai ilrnu pengetahuan dari Islam. seperti ilmu kimia, ilmu hitung, ilmu
tambang (minerologi, meteorology (karya Al Khazini), dan sebagainya.Sedangkan
dibidang teknologi adalah orang barat bisa membuat berbagai macam alat industri
yang dihasilkan dari observasi atau penelitian. Sekitar abad ke-16 M telah ditemukan
sebuah alat perajut kaos kaki.
Kemudian
tahun 1733 M John Kay telah berhasil mernbuat alat tenun baru yang dapat
bekerja lebih cepat dan menghasilkan tenunan yang baik. Pada tahun 1765 M
Hargreaves berhasil membuat alat pintal yang dapat memintal berpuluh-puluh
gulung benang sekaligus. Setelah itu, ditemukan pula alat-alat lain dibidang
industri, sehingga menyebabkan Inggris menjadi negara industri maju.
b) Dampak Negatif
Diatas
telah kami jelaskan, bagaimana dampak positif dari perkembangan studi Islam di
dunia barat. Perlu diketahui disamping adanya dampak positif, ada juga dampak
negatif yang ditimbulkannya. Adapun dampak negatif itu adalah dapat kami
uraikan sebagai berikut:
Seterah bangsa barat
menjadi bangsa yang maju dan telah mengalami revolusi dibidang industri. Maka
mereka mendapati masalah kekurangan bahan baku dalam kegiatan industrinya.
Kemudian untuk mencari jalan keluarnya mereka berlomba-lomba mencari di dunia
Timur, yang kebanyakan dikuasai oleh pemerintahan muslim. Di samping itu mereka
juga memerlukan tempat pemasaran baru bagi hasil industrinya ke negara-negara
Timur. Sebagai akibatnya banyak negara-negara Barat datang kedunia Timur dan
terjadilah Ekspansi besar besaran dalam bidang sosial, politik ekonomi dan
sebagainya. Diwaktu itulah terjadi suatu massa koronial dan imperial, yaitu
massa dimana bangsa-bangsa Barat melakukan penjajahan terhadap dunia Timur
khususnya dunia muslim. Suasana seperti iru menyebabkan dunia Timur mengalami
kemunduran dan Barat mencapai kemajuan pesat dari hasir kolonialisme dan
imperiarisme atas dunia Timur.
Dampak
negatif yang kedua adalah orang-orang barat mengakui ilmu yang berkembang di
dunia Barat berasal dari peradaban lain, bukan dari peradaban islam. Ada
seorang sarjana bernama Max Dimont menegakkan bahwa orang Barat itu menderita
Narsisisme, yaitu mereka mengagumi diri mereka sendiri, dan kurang memiliki
kesediaan untuk mengakui utang budinya kepada bangsa-bangsa lain. Mereka hanya
mengatakan bahwa yang mereka dapatkan itu adalah warisan dari Yunani dan
Romawi.
F. Perkembangan Studi Islam di
Negara-Negara Barat
Di
antara berita gembira ini, yaitu apa yang diriwayatkan oleh Tamin ad dari, ia
berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda yang Artinya, Islam itu akan
mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam,
Allah tidak akan membiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana
kecuali akan mamasukan agam ini kedalamnya. Dengan memuliakan orang yang mulia
dan dengan menghinakan orang yang hina. Mulia karena dimuliakan oleh Allah
disebabkna keIslamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan
kekafirannya." (HR. Ahmad)
Makna
sampainya Islam ke daerah yang disentuh siang dan malam yaitu tersebarnya Islam
keseluruh permukaan bumi, sebagaimana siang dan malam menutupinya, dan masuknya
agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan.
Dalam
perkembangan studi Islam di dunia Barat, objek pengkajian dapat digolongkan
menjadi dua. Pertama, pengkajian bahasa arab. Studi Islam mensyaratkan kajian
intensif mengenai bahasa arab yang berkembang sejak permulaan abad 19, dan
melahirkan pakar-pakar bahasa arab di barat seperti A.I. Sylvestre de Sacy
(Prancis) dan Johan Jakob Reiske
(Jerman). Kajian-kajian bahasa Arab berkernbarng secara luas di Eropa.
Sejak permulaan abad ke-19, salah satu dari ahli-ahli dalarn bidang ini adalah
seorang sarjana Perancis A.i. sylveslre de Sacy (1758-1838).
Kedua, pengkajian teks. Kajian teks hanya
dapat dilakukan berdasarkan pada pengetahuan yang solid tentang bahasa Arab dan
bahasa Islam yang lain seperti bahasa Persia-Turki, urdu dan melayu-termasuk di
dalamnya kritik teks dan sejarah kesustraan yang hanya dapat dilakukan oleh
kalangan-kalangan yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai bahasa [14].
Dengan dernikian edisi-edisi dari teks-teks tersebut dianggap sebagai pra-syarat
dalam kajian-kajian tekstual. Keahlian dalam kajian teks, pada gilirannya
merupakan pra-syarat dalam kajian sejarah.
G. Perkembangan
Studi Islam di Indonesia
Indonesia
adalah sebuah negeri agraris sekaligus maritim yang memiliki berbagai bentuk masyarakat,
kebuadayaan, watak, dan kehidupan sosial yang berbeda-beda. Agama Islam sebagai
agama yang memiliki rahmat bagi seluruh alam memiliki otoritas dalam upaya
menyatukan cara berfikir yang kemudian berimplikasi pada perbuatan yang nyata,
khususnya pada masyarakat Indonesia itu sendiri.
Dalam
upayanya, Islam yang dibawa oleh saudagar-saudagar dari Timur Tengah (Arab,
India, Gujarat dll.) pada awalnya masih memiliki keterbatasan pada sistem dan
kurikulimnya. Namun, ada hal yang menarik dalam memahami dinamika-dinamika
perkembangan Studi Islam di Indonesia.
Perkembangan
studi Islam di Indonesia dapat digambarkan demikian. Bahwa lembaga/ sistem
pendidikan Islam di Indonesia memiliki tahapan-tahapan seperti: a. Sistem
langgar b. Sistem pesantren c. Sistem kelas d. Perguruan Tinggi
a.
Sistem langgar
Yang
dimaksud pendidikan dengan sistem langgar adalah pendidikan yang dijalankan di
langgar, surau, masjid, atau di rumah guru. Kurikulumnyapun bersifat elementer,
yakni mempelajari abjad huruf arab. Dengan sistem ini dikelola oleh ‘alim,
mudin, lebai. Mereka ini umumnya berfungsi sebagai guru agama atau sekaligus
menjadi tukang baca do’a. [8] di masjid atau dilanggar mereka; guru dan
murid-murid duduk bersila atau tanpa bangku.
b. Sistem Pesantren
Umumnya
kurikulum sistem pesantren adalah pada tingkat awal hanya untuk mengenal huruf
abjad Arab. Kemudian pada tingkat selanjutnya diajarakan lagu-lagu qasidah;
berzanji, tajuwid, mengaji kitab Farukunan.
Pengajaran dengan
sistem Pesantren ini dilakukan dengan dua cara:.
1. Dengan cara sorogan, yakni seorang murid
berhadapan secara langsung dengan guru,dan bersifat perorangan.
2. Dengan cara halaqah, yakni guru
dikelilingi oleh murid-murid
Adapun
system pendidikan dengan pesantren atau dapat diidentikan dengan huttab, dimana
seorang kiyai mengajari santri dengan sarana masjid sebagai tempat
pengajaran/pendidikan, dan didukung oleh pondok sebagai tempat tinggal santri.
Hanya saja sorogan di
pesantren biasanya dengan cara si santri yang membaca kitab, sementara kiyai
mendengar, sekaligus mengoreksi kalau ada kesalahan.
c. Sistem kelas.
Setelah
sistem kerajaan kemudian mulai akhir abad ke 19, perkembangan pendidikan Islam
di Indonesia, mulai lahir sekolah model Belanda; sekolah Eropa, sekolah
Vernahuler. Sekolah Eropa khusus bagi ningrat Belanda. Di samping itu ada
sekolah pribumi yang mempunyai sistem yang sama dengan sekolah-sekolah Belanda
tersebut, seperti sekolah taman siswa(adalah nama sekolah yang didirikan oleh
Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta (Taman berarti
tempat bermain atau tempat belajar, dan Siswa berarti murid).Pada waktu pertama
kali didirikan, sekolah Taman Siswa ini diberi nama "National Onderwijs
Institut Taman Siswa", yang merupakan realisasi gagasan beliau
bersama-sama dengan teman di paguyuban Sloso Kliwon. Sekolah Taman Siswa ini
sekarang berpusat di balai Ibu Pawiyatan (Majelis Luhur) di Jalan Taman Siswa,
Yogyakarta, dan mempunyai 129 sekolah cabang di berbagai kota di seluruh
Indonesia
Kemudian
dasawarsa kedua abad ke 20 muncul madrsah dan sekolah-sekolah model Belanda
oleh organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Jama’at al-Khair,
dan lain-lain.
Kemudian
pada tahun 1916, Nahdatul Ulama membuka madrasah salafiyah di Tebuireng, yang dalam
kurikulumnya memasukkan pelajaran baca tulis huruf latin. Pada tahun 1923 ada
empat sekolah Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta, dan di Jakarta berdiri
sekolah HIS (Hollands Inlands School).
d. Perguruan tinggi
Kemudian
pada level perguruan tinggi dapat digambarkan, bahwa berdirinya perguruan
tinggi Islam tidak dapat dilepaskan dari adanya keinginan umat Islam Indonesia
untuk memiliki lembaga pendidikan tinggi Islam sejak colonial. Untuk mewujudkan
keinginan tersebut, pada bulan April 1945 ulama cendekianwan. Dalam pertemuan
itu dibentuklah panitia Perencana Sekolah Tinggi Islam yang diketauai oleh Drs.
Moh. Hatta dengan anggota-anggota antara lain: K.H. Mas Mansur, K.H.A.
Muzakkir, K.H R.F Kafrawi dan lain-lain. Setelah persiapan cukup, pada tanggal
8 Juli 1945 atau tanggal 27 Rajab 1364 H, bertepatan dengan hari Isra’ dan
Mi’raj diadakan upacara pembukaan resmi Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta.
Setelah
proklamasi dan ibu kota Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta, STI juga
hijrah ke kota tersebut dan berubah namanya menjadi Universitas Islam Indonesia
(UII) dengan empat fakultas, yaitu: Agama, Hukum, Ekonomi, dan Pendidikan.
Fakultas Agama UII ini kemudian dinegerikan dan menjelma menjadi Perguruan
Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang diatur dengan Peraturan Pemerintah No.
34 Tahun 1950 dan pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Bersama Mentri Agama
dan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No. K/I/14641 Tahun 1951
(Agama) dan No. 28665/Kab. Tahun 1951 (Pendidikan) tanggal 1-9-1951.
PTAIN
membuka tiga jurusan, yaitu Jurusan Qadla, Tarbiyah dan Dakwah. Setelah PTAIN
berjalan kira-kira sembilan tahun-waktu itu Ketua Fakultasnya adalah Prof.
Muhtar Yahya dirasakan tidak mungkin mempertahankan hanya satu fakultas. Dengan
alasan, karena demikian luasnya ilmu pengetahuan keagamaan Islam,. Maka pada
tahun 1960 PTAIN dilebur dan digabungkan dengan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADAI)
milik Departemen Agama yang didirikan di Jakarta dengan Penetapan Menteri Agama
No. 1 Tahun 1957. Pengabungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan
Peraturan Presiden RI Nomor 11 tahun 1960 dan Penetapan Menteri Agama No. 43
tahun 1960 tetang peyelengaraan IAIN. Maka IAIN al-Jami’ah al-Islamiyah
al-Hukumiyah diresmikan berdirinya oleh Menteri Agama RI pada tanggal 2 Rabi’ul
Awwal 1380 H bertepatan dengan tanggal 28 Agustus 1960 berdasarkan PP. No. 11
tahun 1960 tanggal 9 Mei 1960. IAIN di Yogyakarta dan ADIA di Jakarta.
Melihat
perkembangan IAIN yang pesat yang ditandainya dengan banyaknya berdiri
fakultas-fakultas cabang di daerah-daerah menunjukkan minat masuk IAIN. Kondisi
ini melatarbelakangi lahirnya PP No. 27 Tahun 1963, yang memungkinkan
didirikanya IAIN yang terpisah dari pusat. Dari sisi waktu berdirinya IAIN
dapat digambarkan berikut:
1. IAIN Ar-Raniry Banda Aceh tanggal 5
Oktober 1963.
2. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tanggal
5 Desember 1963.
3. IAIN Raden Fatah Palembang tanggal 22
Oktober 1964.
4. IAIN Antasari Kalimantan Selatan tanggal
22 Nopember 1964.
5. IAIN Sunan Ampel Surabaya tanggal 6 Juli
1965.
6. IAIN Alauddin Ujung Pandang tanggal 28
Oktober 1965.
7. IAIN Imam Bonjol Padang tanggal 21
Nopember 1966.
8. IAIN Sultasn Taha Saefuddin Jambi tahun
1967.
Dengan
adanya perguruan tinggi tersebut itu membuktikan bahwa studi islam di indonesia
cukup baik dalam mengawal zaman yang semakin modern. Kesimpulannya baik dari
segi ulama, pemerintah dan masyarakat yang ada di indonesia sebenarnya saling
mendukung sehingga terciptalah studi studi islam yang dapat memfasilitasi umat
islam dalam bersaing di dunia pengetahuan dengan umat umat yang lain…
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dunia Muslim merupakan istilah yang
memiliki beberapa arti. Dari segi budaya, merujuk pada komunitas muslim
sedunia, pengikut ajaran islam. Dari segi sejarah atau geopolitik, merujuk kepada negara
mayoritas muslim atau Negara yang Islam menonjol pada polotiknya. Sedangkan
dunia Barat merujuk kepada negara-negara yang berada di benua Eropa dan
Amerika.
Perkembangan ilmu pengetahuan di Dunia melalui fase Zaman Yunani Kuno (Abad 6SM-6M), ciri pemikirannya adalah kosmosentris,
yakni mempertanyakan asal usul alam semesta dan jagad raya sebagai salah satu
upaya untuk menemukan asal mula (arche). Zaman Pertengahan (6-16M), ciri
pemikiran pada zaman ini ialah teosentris yang menggunakan pemikiran filsafat
untuk memperkuat dogma agama Kristiani.Zaman Renaissans (14-16M), merupakan suatu
zaman yang menaruh perhatian dalam bidang seni, filsafat, ilmu pengetahuan dan
teknologi.Zaman ini juga dikenal dengan era kembalinya kebebasan manusia dalam
berpikir.Zaman Modern (17-19M), filsafat zaman ini bercorak antroposentris,
yang menjadikan manusia sebagai pusat perhatian penyelidikan filsafati.Zaman
Kontemporer (Abad ke-20 dan seterusnya), pokok pemikirannya dikenal dengan
istilah logosentris, yakni teks menjadi tema sentral diskursus para filosof.
Perkembangan Studi Islam di Dunia Islam dalam sejarah
muslim dicatat sejumlah lembaga kajian Islam di sejumlah kota. Ada empat
perguruan tinggi tertua di dunia Muslim yakni: (1) Nizhamiyah di Baghdad, (2)
al-Azhar di Kairo Mesir, (3) Cordova, dan (4) Kairwan Amir Nizam al-Muluk di
Maroko. Sedangkan sejarah Berkembanganya Studi Islam di Dunia Barat adalah
disebabkan para pelajar barat yang datang ke dunia timur untuk mengkaji
ilmu. Disamping itu juga mereka telah berhasil menterjemahkan karya-karya
ilmuan muslim kedalam bahasa latin.
B.Saran
Dalam
pembuatan makalah ini mungkin masih terdapat beberapa kesalahan baik dari isi
dan cara penulisan. Untuk itu kami sebagai penulis mohon maaf apabila pembaca
tidak merasa puas dengan hasil yang kami sajikan, dan kritik beserta saran juga
kami harapkan agar dapat menambah wawasan untuk memperbaiki penulisan makalah
kami.
DAFTAR PUSTAKA
v Darmawan
, Andi dkk. 2005. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga.
v Hasbullah.
1995. Sejarah Pendidikan Islam di
Indonesia, Lintas Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan.Jakarta : PT
RajaGrafindo Persada.
